Saturday, August 21, 2021

Kronologi Kasus Arisan Online Di Blora

Belasan orang mengaku menjadi korban penipuan arisan online dan melapor ke Polres Blora, Jawa Tengah. Dari laporan itu total kerugian mencapai Rp 43 Miliar. Menurut Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto pada Jumat kemarin(20/8/2021). "Sampai hari ini sudah ada 12 orang yang telah melapor secara resmi ke Polres. Korban yang belum melapor masih banyak,"

"Dari keterangan pelapor, sampai dengan ini total kerugian mencapai Rp 43 miliar. Dan dimungkinkan akan terus bertambah," tambahnya. Dikutip dari news.detik.com

Dikabarkan Kamis lalu(19/8/2021) ratusan orang menggeruduk rumah salah satu member arisan online di Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Mereka menduga telah menjadi korban arisan online. Kerugian dari peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 55 Miliar. Kerugian korban besarannya variatif, mulai dari Rp 2 Juta hingga Rp 1,5 Miliar.


Dikutip dari Bloranews.com Kepala Desa Doplang, Agus Supriyono mengaku bahwa memang ada ratusan orang yang datang ke rumah DL(Inisial member online) untuk mempertanyakan nasib arisan online yang mereka ikuti. Sekitar 150 warga yang datang berasal dari Bojonegoro, Grobogan, Ngawi, dan Blora sendiri.

Dari penjelasan salah satu korban Setiyanto, awalnya arisan online dimulai tahun 2019 dan berjalan lancar. Namun pada awal tahun 2021 mulai macet dan pada akhirnya tidak ada kejelasan hingga para korban melakukan pelaporan.

Setelah tidak ada kejelasan, para korban mendatangi salah satu rumah pengepul di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Dan kejadian ini sempat viral di media sosial. Warga bahkan membawa barang-barang berharga milik tuan rumah lantaran orangnya tidak ada di rumah. Untung saja ini tidak terjadi lebih lanjut setelah kedatangan Kepala Desa Doplang. Dalam keterangannya ”Untung saja tadi barang yang belum dibawa pulang bisa kami selamatkan. Tidak boleh melakukan penjarahan. Saya beri pengertian. Tidak boleh melakukan hal itu. Alhamdulillah pada nurut,”

Selanjutnya, Kepala Desa Doplang mendata warga yang ikut arisan online tersebut. Total saat didata ada sekitar 150 orang. ”Tadi saat di rumah (Dl), ada sekitar 150 orang. Ada yang sudah setor Rp 150 juta, Rp 89 juta, Rp 4 juta, Rp 115 juta, bahkan Rp 1,5 miliar. Ada juga yang Rp 1,1 miliar,” jelas Kepala Desa Doplang.

DL sendiri sebelumnya adalah seorang penyanyi. Tinggal bersama suaminya, dua anak dan ibunya. Setiap hari dia berdagang kosmetik. Namun kemarin di rumah sudah tidak ada dagangannya. Hanya ada beberapa di kamar pribadinya. Menurut info yang beredar Kamis malam DL juga mendatangi mapolres untuk melapor karena dirinya merasa ditipu orang Cepu yang menjadi agen atasannya. Agen orang Cepu juga dikabarkan telah kabur.

Sementara itu rumah DL yang baru jadi juga sudah dijual seharga Rp 200 juta dan sudah dibeli orang. Dikutip dari radarkudus.jawapos.com Kepala Desa Doplang, Agus Supriyono mengatakan ”Karena ada bukti jual beli, kami putuskan untuk diangkut. Sebab, sudah ada hitam di atas putih. Ada perjanjian jual beli dan dokumentasinya. Sementara yang lain tidak boleh ambil barang-barang yang ada di rumah,”

sumber gambar : https://voxntt.com/2021/01/21/diduga-gelapkan-uang-rp-1-miliar-admin-arisan-online-dipolisikan/74483/

Penulis : SS

Previous Post
Next Post

0 komentar:

Artikel Terbaru