Monday, December 5, 2022

UMK Blora naik 7,14 persen tembus Rp 2 Juta

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Blora 2023 secara resmi telah diumumkan. UMK Blora 2023 saat ini naik menjadi sekitar Rp 2 juta atau naik 7,14 persen.

Untuk diketahui, UMK Blora 2022 sebesar Rp1.904.197 dan saat ini naik Rp 135.883. Sehingga UMK Blora 2023 menjadi Rp2.040.080.

"Hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Blora untuk menentukan Upah Minimum Kabupaten Blora tahun 2023. Sudah kita sepakati bersama bahwa UMK Blora naik 7,14 persen yaitu naik sebesar Rp 135.883 menjadi Rp 2.040.080," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Endro Budi Darmawan, Senin (28/11/2022).
Endro mengatakan kenaikan ini mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022.

"UMK Blora tahun 2023 naik 7,14 persen ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang tidak boleh lebih dari 10 persen. Sesuai dengan Pasal 7 ayat 1," terangnya.

Rencananya keputusan penetapan UMK akan dikirim kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini guna mendapatkan Surat Keputusan (SK) Gubernur.

"Dari angka ini akan kita kirim ke Pak Gubernur setelah mendapat tanda tangan dari Bupati Blora. Angka secara pastinya akan disampaikan melalui SK Gubernur terkait UMK se-Jateng," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Blora, Abdullah Aminudin berharap kenaikan UMK ini berdampak positif bagi iklim investasi di Blora. Dia berharap kenaikan UMP ini juga berdampak positif bagi warga Blora.

"Angka upah minimum kabupaten sebesar 2 juta sekian ini merupakan kondisi yang kondusif dan sangat luar biasa, mungkin tidak dimiliki kabupaten lain. Blora sangat layak untuk mendapatkan investasi. Akses jalan pun juga sudah baik," kata Amin, usai rapat kenaikan UMP Blora 2023.

"Kami berharap teman-teman pekerja bisa bekerja secara maksimal sehingga pengusaha dan pekerja saling mendapat keuntungan lebih banyak. Kalau sebagai anggota dewan, mudah-mudahan memberi efek positif bagi warga masyarakat sehingga daya beli bisa meningkat," sambung politikus PKB itu.
Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani KPH Blora, Eko Nopita mengaku senang dengan adanya kenaikan UMK yang sesuai dengan harapannya.

"Tahun 2022 kemarin para pekerja menangis karena naiknya cuma Rp 10 ribu. Alhamdulillah tahun 2023 naik di atas Rp 100 ribu. Kenaikan di Blora ini ya cukup lumayan," terang Eko.

Dia berharap buruh di Blora semakin sejahtera. Pihaknya pun berharap investasi di Blora juga semakin meningkat, sehingga lapangan kerja semakin banyak.

"Tahun 2024 mudah-mudahan bisa lebih mendongkrak lagi untuk kenaikan UMK. Paling tidak investasi yang masuk di kita juga bertambah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga bertambah," harapnya.

Sc : detik.com

Previous Post
Next Post

0 komentar:

Artikel Terbaru