Wednesday, September 14, 2022

Liga 3 Jawa Tengah akan dimulai, Persikaba masuk Grup L

 

Liga 3 Jawa Tengah akan segera dimulai, sudah ada 48 klub peserta yang sudah terdaftar. Liga 3 Jawa Tengah 2022 resmi bernama Counterpain Liga 3 Jawa Tengah 2022 karena Counterpain resmi menjadi sponsor utama Liga 3 Jawa Tengah.



Opening Ceremony akan dilaksanakan [ada 18 September 2022, sementara kick off Liga 3 Jawa Tengah sendiri akan dimulai serentak pada 25 September 2022. Pelaksanaan kali ini akan digelar di 35 venue. Menurut informasi Persikaba Blora akan bertanding home tidak di Blora, pertandingan akan dilaksanakan di Kabupaten Kudus.

Mengutip dari Radar Bojonegoro pengurus tidak menargetkan yang muluk-muluk. “Belum menargetkan juara, yang penting nanti bisa bermain baik, karena pendanaan masih minim,” begitu dalam keterangan Pelaksana Tugas(Plt) Ketua Umum Persikaba Blora Maryanto pada Sabtu (3/9).

Mengutip dari akun PSSI Jawa Tengah @pssijateng ada 39 klub yang akan mengikuti Counperpain Liga 3 Jawa Tengah yang akan terbagi menjadi 13 grup dengan masing-masing grup terdiri dari 3 klub. Grup terbagi dari grup A sampai dengan grup M. Persikaba Blora sendiri akan masuk ke grup L bersama Persiku Kudus dan PSDB Demak.

Berikut ini adalah daftar lengkap peserta dan pembagian grup Counterpain Liga 3 Jawa Tengah 2022

Grup A

Persab Brebes

Slawi United

Perinka FC Kota Tegal

Grup B

PSIP Pemalang

Persekap Kabupaten Pekalongan

BJL 2000 Semarang

Grup C

Persibat Batang

PSISa Salatiga

Berlian Rajawali Semarang

Grup D

Persik Kendal

Bintang Timur Kabupaten Pekalongan

Bhayangkara Muda FC

Grup E

Persip Pekalongan

Persikas Kabupaten Semarang

Mahesa Jenar Muda Semarang

Grup F

Persibas Banyumas

Persibangga Purbalingga

PSIW Wonosobo

Grup G

Persak Kebumen

Persikama Kabupaten Magelang

ISP Purworejo

Grup H

PPSM Magelang

Persitema Temanggung

EBOD Jaya Kebumen

Grup I

Persika Karanganyar

Persiwi Wonogiri

Universitas Surakarta FC

Grup J

Persebi Boyolali

PSIK Klaten

AT Farmasi

Grup K

Persipur Purwodadi

Persiharjo Sukoharjo

Putra Surakarta

Grup L

Persiku Kudus

PSDB Demak

Persikaba Blora

Grup M

PSIR Rembang

PSD Demak

Safiin Pati FC

Masih dari Radar Bojonegoro coordinator Supporter Saminista Persikaba Blora Lilik Yuliantoro menyambut baik yang mendaftar Liga 3. Namun pihaknya pesimis karena persiapan terlalu mepet. “Kami sebagai supporter selalu pantau perkembangan Pesikaba (Kabupaten Blora), tapi kami masih pesimistis akan keluar sebagai juara.”

 

Tuesday, July 5, 2022

Belasan SD di Blora Tak Dapat Peserta Didik Baru, Ini Sebabnya

Belasan SD di Blora Tak Dapat Peserta Didik Baru, Ini Sebabnya

BLORA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 dari total 598 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tidak mendapatkan peserta didik baru (PDB).


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq buka suara perihal tidak adanya peserta didik baru yang mendaftar di sejumlah sekolah tersebut.

Menurutnya, sekolah tersebut tidak mendapatkan murid baru karena memang tidak adanya sumber daya manusia yang masuk sekolah di usia tersebut.

"Memang sekarang sumbernya tidak begitu banyak, TK di sekitar situ juga sudah tidak banyak lagi," kata dia saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Blora, Senin (4/7/2022).

Dirinya menyebut sejauh ini pihaknya belum mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan itu.

"Ya memang sumbernya tidak ada, mau kita dorong ke mana, kita mau mencari sumber kemana lha memang sumbernya tidak ada, ya kita tuntaskan dulu," kata dia.

Rofiq mengungkapkan, sekolah-sekolah yang saat ini kurang jumlah siswa ataupun tidak adanya peserta didik baru yang mendaftar, karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).

"Kalau dulu memang SD SD tersebut banyak muridnya, karena KB belum berhasil, makanya dulu pendirian SD inpres ada di mana-mana. Karena sekarang KB sudah berhasil, maka sumber siswa di sekitarnya menjadi berkurang," terang dia.

Meskipun banyak sekolah yang bernasib demikian, pihaknya belum mempunyai rencana untuk menggabungkan sekolah yang kekurangan murid dengan sekolah lainnya.

"Menggabungkan itu tidak semudah itu ya, meskipun muridnya tidak begitu banyak tapi tidak semudah itu, kalau itu di-regrup justru anak-anak itu tidak sekolah, makanya ada kasus-kasus tertentu meskipun muridnya sedikit tetap tidak ditutup karena kalau ditutup mereka tidak sekolah, nanti juga akan menjadi persoalan untuk menuntaskan wajib belajar tidak tercapai," jelas dia.

Sekedar diketahui, dari total 598 sekolah dasar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebanyak 432 sekolah mengalami kekurangan siswa baru.

Sedangkan jumlah sekolah yang mampu mencukupi kuota siswa baru sebanyak 166 sekolah.

432 sekolah disebut kekurangan siswa karena berdasarkan standar minimal rombongan belajar per kelas, jumlah siswa minimal 20 orang.

Sementara 16 sekolah yang tidak memiliki peserta didik baru antara lain SDN 3 Karangjati, SDN 2 Kebonrejo, SDN 2 Bogorejo, SDN 2 Sendangrejo, SDN 3 Nglengkir, SDN Gayam, SDN Gembol, SDN Sarirejo, SDN 2 Nglanjuk, SDN 4 Balun, SDN Jipang, SDN 1 Japah, SDN 1 Jepon, SDN 2 Pojokwatu, SDN 2 Sendang, dan SDN 2 Sambong.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2022/07/05/065839678/belasan-sd-di-blora-tak-dapat-peserta-didik-baru-ini-sebabnya?page=all

Wednesday, June 22, 2022

Terlibat Korupsi Bank Jateng, Oknum ASN Blora Dituntut 18 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 17,2 Miliar

Terlibat Korupsi Bank Jateng, Oknum ASN Blora Dituntut 18 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 17,2 Miliar

Terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Bank Jateng Cabang Blora, Ubaydillah Rouf alias Obet masih menjalani sidang pengadilan.


Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang pada Jumat 17 Juni 2022 lalu, Obet dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan kurungan 18 tahun penjara.


"Tuntutannya 18 tahun penjara," ucap Humas Pengadilan Tipikor Semarang, Kukuh Subiyakto saat dihubungi Kompas.com, pada Selasa (21/6/2022).


Obet yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Blora juga dituntut membayar denda sebesar Rp 750 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan biaya kurungan selama 7 bulan penjara.

Selain itu, alumni institut pemerintahan dalam negeri (IPDN) juga dituntut oleh jaksa untuk membayar uang pengganti dalam pemberian Kredit Usaha Produktif Revolving Credit/Rekening Koran (KUP R/C) sebesar Rp 17,2 miliar dan dalam pemberian Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp 54.120.300.000.

"Kalau enggak bisa bayar hartanya disita," kata dia.


Dalam tuntutan tersebut, jaksa menuntut Obet dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.


Selain Obet, dalam tindak pidana tersebut, pengadilan tipikor Semarang juga menyidangkan perkara Rudatin Pamungkas alias Amung, eks Kepala Bank Jateng Cabang Blora dan Direktur PT Lentera Emas Raya, Teguh Kristiono.

Selanjutnya pada Kamis 23 Juni 2022 mendatang, akan dilaksanakan sidang dengan agenda pembelaan dari terdakwa.


Sekadar diketahui, Ubaydillah Rouf diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi dalam penyaluran kredit rekening koran (revolving credit), kredit kepemilikan rumah (KPR), dan kredit proyek pada Bank Jateng Cabang Blora tahun 2018 sampai 2019.


Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 115,5 miliar.


Sumber : https://regional.kompas.com/read/2022/06/21/103752078/terlibat-korupsi-bank-jateng-oknum-asn-blora-dituntut-18-tahun-penjara-uang

Blora Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Blora Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP,M.Si menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora dengan berbagai stakeholder, berkomitmen untuk mewujudkan Blora sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Hal itu ditegaskan Bupati secara virtual dari Semarang mengawali kegiatan verifikasi lapangan hybrid kabupaten/kota layak anak tahun 2022 yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian PPPA, Selasa (21/6/2022).

Tidak hanya Bupati, melainkan mulai Wakil Bupati Blora hingga Ketua TP PKK Blora juga sampaikan komitmennya untuk mewujudkan Blora sebagai kabupaten layak anak.

Bupati Arief menyatakan, Blora sangat berharap bisa menjadi salah satu kabupaten yang memang layak anak. ‘’Seluruh stakeholder dari saya, Wakil Bupati, Forkopimda, PKK, Dinas terkait sampai kecamatan, hingga desa, berkomitmen Blora harus bisa menjadi KLA,’’ ucap Bupati Arief .

Diketahui, kegiatan verifikasi lapangan hybrid kabupaten/kota layak anak tahun 2022 dilakukan oleh Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian PPPA Ciput Eka Purwianti, S.Si. MA serta tim verifikasi.

Di kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi, Apt,MSi,MM.

Sementara Ketua Gugus Tugas KLA Kab Blora, Mahbub Djunaidi menyampaikan paparannya di hadapan tim verifikator secara virtual dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Dijelaskan Bupati, terkait anak dan perempuan di Blora sudah ada regulasi yang mengatur. Diantaranya Perda yang mengatur tentang penyelenggaraan perlindungan perempuan, anak dan korban kekerasan, yakni Perda No. 3 tahun 2017.

“Dari perda tersebut juga akan diturunkan dalam bentuk Perbup dan peraturan yang lainnya,” ucapnya.

Terkait komitmen Blora sebagai kabupaten layak anak, lanjut Bupati, alokasi penganggaran terhadap pemenuhan hak anak di tahun 2022 sudah ditingkatkan. Bahkan naik hampir sepuluh kali lipat.

Selain dari APBD, terkait keberpihakan anak dan perempuan kita juga berasal dari CSR dan dari stakeholder lainnya.

Sementara untuk fasilitas-fasilitas yang ada, seperti halnya area bermain yang ramah terhadap anak dan disabilitas terus diperbaiki dan dibenahi.

Semua OPD terkait termasuk Dinas Pendidikan dan dinas yang berkaitan dengan anak terus memberikan pendampingan pada anak-anak di Kabupaten Blora.

“Kita juga memberi beasiswa untuk anak-anak yang sekolah dan yang mau kuliah, terutama yang berprestasi. Termasuk untuk anak-anak yang dari sisi ekonomi tidak mampu juga kita berikan beasiswa. Kita dorong, salah satunya adalah pemenuhan hak hak anak yang terkait dengan kesempatan anak melanjutkan sekolah,” jelas Bupati.

Bupati Arief menambahkan, Pemkab juga melakukan pendataan dan pendampingan bagi anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Blora.

Hasil dari tim pendataan untuk anak-anak yang putus sekolah itu akan didampingi mulai dari tingkat kecamatan sampai desa.

Keberadaan forum anak, Genre dan sebagainya, bagi Pemkab sangatlah penting. Maka kemudian, mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan forum.

“Forum Anak Blora kita minta aktif untuk memberikan dukungan. Forum anak ini penting, untuk itu kami meminta dari dinas, jajaran OPD termasuk PKK dari semua tingkatan untuk bekerja sama mendampingi adik-adik kita,” kata Bupati Blora.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian PPPA Ciput Eka Purwianti menyampaikan terima kasih atas komitmen Pemkab Blora dalam mendukung kabupaten/kota layak anak.

“Kami ucapkan terima kasih untuk komitmen dan implementasi yang luar biasa dari Pemkab Blora dalam mendukung perwujudan Indonesia layak anak dimulai dari Kabupaten Blora. Semoga semangat yang luar biasa ini terus terjaga, KLA itu adalah sistem pembangunan yang terintegrasi, terencana, dan berkelanjutan,” papar Asisten Deputi Ciput Eka. (Dinkominfo Blora/Prokompim).



Sumber : www.blorakab.go.id

Saturday, May 21, 2022

2 Atlet Blora Berhasil Meraih Perak dan Perunggu di SEA Games Vietnam

Kabar gembira datang dari gelaran Sea Games Vietnam, pasalnya atlet asal Blora berhasil memenangkan medali. Kabar itu datang dari canag olah raga angkat besi pada kemarin Jumat(20/5/22). Lifter asal Blora Mohammad Yasin berhasil sabet medali perak di kelas 67 kg Putra.


Mohammad Yasin nyaris meraih emas pada kesempatan perdana tampil di ajang SEA Games. Moh Yasin mampu tampil meyakinkan dan bersaing ketat dengan lifter tangguh asal Thailand, Chantri Witsanu, lifter asal Vietnam Xuan Hoang Dinh, serta asal Filipina, Nestor Landag Colonia.

Pada angkatan Snatch, Moh Yasin unggul dengan angkatan seberat 141 kg, sementara lifter lain asal tuan rumah Vietnam, Xuan Hoang Dinh berhasil mengangkat beban 140 kg dan lifter asal Thailan, Chantri Witsanu hanya mampu mengangkat beban sebesar 136 kg.

Persaingan ketat terjadi pada angkatan Clean and Jerk. Moh Yasin membuka angkatan pertama Clean and Jerk dengan beban seberat 150 kg. sementara dua lifter pesaing yakni Chantri Witsanu menambah jumlah beban angkatannya dan berhasil mengangkat beban 166 kg dan lifter tuan rumah Xuang Hoang Dinh berhasil mengangkat beban seberat 167 kg.

Gambar : Mohammad Yasin dan Siti Nafisatul Horiroh, Atlet asal Blora


Dalam kesempatan kedua, Mohammad Yasin menaikkan angkatan bebannya seberat 167 kg, dan dia berhasil mengangkatnya. Melihat keberhasilan itu Chantri Witsanu mencoba menambah 5 kg menjadi 172 kg, namun ia gagal mengangkat beban itu pada kesempatan kedua. Sedangkan lifter tuan rumah Vietnam Xuang Hoang Dinh juga gagal mengangkat beban seberat 170 kg.

Pada kesempatan selanjutnya Mohammad Yasin mencoba menaikkan angkatannya menjadi 172 kg, ia berhasil mengangkat beban itu, namun angkatannya dinyatakan tidak sah oleh juri.



Di hari sebelumnya pada kamis (19/5/22) lifter asal Blora lainnya Siti Nafisatul Hariroh (20 tahun) berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga Angkat Besi kelas 45 kg putri.



Hal ini tentu sangat membanggakan, khususnya bagi warga Blora. Apresiasi diberikan Bupati Blora melalui akun instgramnya @ariefrohman838

“ALHAMDULILLAH BLORA BANGGA.....!!

Dua atlet angkat besi asal Blora berhasil sumbangkan medali untuk Indonesia dalam SEA GAMES Vietnam….”

Sebagai informasi tambahan Mohammad Yasin atlet angkat besi asal Desa Blungun, Kecamatan Jepon, Blora sementara Siti Nafisatul Hariroh asal Dluwangan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora.

Hingga saat ini(21/5/22) pagi perolehan mendali Indoensia seperti dapat dilihat di situs resmi SEA Games 2021 https://seagames-en.vnanet.vn/bang-xep-hang.html berada di peringkat 3 dengan 49 medali emas, 70 medali perak, dan 63 medali perunggu. Tertinggal cukup jauh dari peringkat 1 dan 2 yakni Vietnam dan Thailand. Vietnam unggul jauh dengan 165 medali emas, 97 medali perak, dan 97 medali perunggu. Sementara Thailand meraih 67 medali emas, 77 medali perak, dan 109 medali perunggu. Indonesia juga ditempel ketat oleh Singapura dan Filipina yang perolehan medali emasnya masing-masing 47 dan 43.

Monday, May 9, 2022

Efek Tawuran di Todanan, Polres Blora hentikan semua acara hiburan di Todanan

Viral di media sosial video tawuran di wilayah Kecamatan Todanan. Setelah lebaran sempat terjadi 2 kali video tawuran yang beredar di sosial media diduga kedua video tersebut masing-masing dari wilayah Desa Karanganyar dan Desa Prigi yang keduanya masuk wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Video pertama yang diposting akun instagram @_infoblora 3 hari lalu (06/05/2022) diduga terjadi di Desa Karanganyar. Dalam keterangan video tersebut Imam, selaku Kades Desa Karanganyar mengatakan “Acara mantu. Ada orkesan. Mereka memang warga kami. Tapi tadi malam saya tidak di lokasi. Ini masih mengumpulkan infromasi.”@_infoblora 6/5/2022.

Sementara itu video kedua diposting akun yang sama @_infoblora pada 8/5/2022 beredar lagi video amatir yang diduga kejadian di Desa Prigi pada 7/5/2022 malam waktu setempat. Dikutip dari bloranews.com Kepala Desa Prigi, Jais mengaku kericuhan tersebut memang terjadi di Desa Prigi Sabtu malam (7/5/2022) dalam rangka acara Halal bi halal. Menurut keterangan berita tersebut yang membuat rusuh orang luar desanya, karena warga desa setempat ada di dalam pagar.

Foto : Bloranews.com

“Penonton luar desa kerumunan terus bertengkar,” terangnya.

“Kejadian itu saat lagu terakhir. Mau selesai.” Tambahnya dalam berita bloranews.com.

Video kericuhan di Desa Prigi, Kecamatan Todanan sempat viral di media sosial, terjadi ketegangan dalam video singkat itu, bahkan polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Setelah kejadian itu Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah mengehentikan semua hiburan dalam bentuk apapun dalam berbagai acara di wilayah Kecamatan Todanan. Dalam keterangannya seperti dikutip dari jateng.inews.id mengatakan “Kita pastikan bentuk hiburan apapun di wilayah Todanan tidak diperbolehkan, baik orkes dangdut, solo organ maupun campur sari ditiadakan guna kamtibmas aman dan kondusif,” katanya pada Minggu (8/5/2022).

Sementara terkait kejadian yang viral di media sosial yang terjadi di Desa Karanganyar dan Desa Prigi, pihak Polres Blora telah melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan dan pengerusakan. Dikutip dari sumber yang sama kapolres mengatakan “Kita masih dalami dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan kepala desa dua desa tersebut di Satreskrim Polres Blora.”

Saat tulisan ini ditulis sudah ada 2 kegiatan di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan pada Minggu Malam (8/2/2022) telah dihentikan. Kapolres juga telah mengumpulkan 112 personel untuk melakukan patrol bergilir di walayah hukum Todanan.

Langkah-langkah yang diperlukan dilakukan guna memastikan kondisi di wilayah Todanan aman dan kondusif.


Artikel Terbaru