Sunday, May 15, 2022

Arti dan Makna Logo/Lambang Daerah Kabupaten Blora

Setiap daerah memiliki logo sendiri sebagai identitas daerah masing-masing. Begitu juga dengan Kabupaten Blora. logo Blora dengan sasanti daerah Blora yang berbunyi “Cacana Jaya Kerta Bumi” artinya merupakan tempat (arena, medan) kejayaan, kemakmuran dan kedamaian yang langgeng. Dengan kata lain dapat dikatakan Bumi Kabupaten Blora mengandung kekayaan alamiah yang besar, yang dapat meninkatkan kesejahteraan rakyat, dengan syarat harus berani bekerja keras (makarya).

Lambang daerah Blora atau logo Blora sendiri terdiri dari Cupu Manik (Hasta Gina), Gunung Kembar, Pohon enam batang berwarna hijau berpadu dengan menara minyak berwarna putih, Sungai, Trisula, Lingkaran berwarna kuning emas, Kala Makara, Bintang sudut lima berwarna kuning emas, padi dan kapas, dan sasanti daerah yang berbunyi “Cacana Jaya Kerta Bumi” yang telah dibahas di depan.

Logo Daerah Kabupaten Blora

Logo Daerah Kabupaten Blora



Cupu Manik (Hasta Gina) yang berbentuk segi lima ini melambangkan dasar falsafah Negara Indonesia yakni Pancasila.

Gunung Kembar dalam lambang ini bermakna kesetiaan rakyat daerah Kabupaten Blora terhadap pemerintahan Republik Indonesia. Kecintaan rakyat Daerah Kabupaten Blora terhadap daerahnya. Ini juga melambangkan lokasi daerah Kabupaten Blora.

Pohon enam batang berwarna hijau berpadu dengan menara minyak berwarna putih, melambangkan kekayaan utama daerah Kabupaten Blora. yang bisa diartikan sebagai kekayaan alam hutan yang luas dan lokasi kilang minyak yang besar di Indonesia.

Sungai, (Lusi dan Bengawan Solo) dilukiskan dengan dua jalur bergelombang dan berwarna biru. Air sebagai makna kehidupan dan kemakmuran, sungai ini melambangkan penyaluran usaha-usaha peningkatan kesejahteraan rakyat. Ini menggambarkan pula bahwa kemakmuran daerah Kabupaten Blora antara lain tergantung pada pemanfaatan air.

Trisula,trisula bertangkai merah dan berwarna putih memiliki makna jiwa kepahlawanan rakyat Daerah Kabupaten Blora, berani bekerja, berani berkorban, dan berani menghadapi kesulitan yang ketiganya berlandaskan itikad baik.

Lingkaran berwarna kuning emas, melambangkan sebagai kesatuan dan kedaulatan tekad rakyat Daerah Kabupaten Blora.

Kala Makara, sebagai lambang Kebudayaan dan kesenian daerah rakyat daerah Kabupaten Blora.

Bintang Sudut Lima Berwarna Kuning Emas sebagai lambang segala yang paling tinggi (Tuhan Yang Maha Esa) dan harus diagungkan demi keselamatan rakyat lahir dan batin.

Padi dan Kapas sebagai motif dwi tunggal bermakna lambang kemakmuran. Padi dan Kapas ini terdiri dari 17 bulir padi dan 8 buah kapas yang dapat dimaknai sebagai kecintaan rakyat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, sesuai dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

Sasanti Daerah yang berbunyi "Cacana Jaya Kerta Bhumi" yang bermakna tempat(arena, medan) kejayaan, kemakmuran, dan kedamaian yang langgeng.

Demikianlah makna logo/lambang daerah Kabupaten Blora dengan referensi utama dari situs resmi pemerintah daerah Kabupaten Blora blorakab.go.id

Monday, May 9, 2022

Efek Tawuran di Todanan, Polres Blora hentikan semua acara hiburan di Todanan

Viral di media sosial video tawuran di wilayah Kecamatan Todanan. Setelah lebaran sempat terjadi 2 kali video tawuran yang beredar di sosial media diduga kedua video tersebut masing-masing dari wilayah Desa Karanganyar dan Desa Prigi yang keduanya masuk wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Video pertama yang diposting akun instagram @_infoblora 3 hari lalu (06/05/2022) diduga terjadi di Desa Karanganyar. Dalam keterangan video tersebut Imam, selaku Kades Desa Karanganyar mengatakan “Acara mantu. Ada orkesan. Mereka memang warga kami. Tapi tadi malam saya tidak di lokasi. Ini masih mengumpulkan infromasi.”@_infoblora 6/5/2022.

Sementara itu video kedua diposting akun yang sama @_infoblora pada 8/5/2022 beredar lagi video amatir yang diduga kejadian di Desa Prigi pada 7/5/2022 malam waktu setempat. Dikutip dari bloranews.com Kepala Desa Prigi, Jais mengaku kericuhan tersebut memang terjadi di Desa Prigi Sabtu malam (7/5/2022) dalam rangka acara Halal bi halal. Menurut keterangan berita tersebut yang membuat rusuh orang luar desanya, karena warga desa setempat ada di dalam pagar.

Foto : Bloranews.com

“Penonton luar desa kerumunan terus bertengkar,” terangnya.

“Kejadian itu saat lagu terakhir. Mau selesai.” Tambahnya dalam berita bloranews.com.

Video kericuhan di Desa Prigi, Kecamatan Todanan sempat viral di media sosial, terjadi ketegangan dalam video singkat itu, bahkan polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Setelah kejadian itu Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah mengehentikan semua hiburan dalam bentuk apapun dalam berbagai acara di wilayah Kecamatan Todanan. Dalam keterangannya seperti dikutip dari jateng.inews.id mengatakan “Kita pastikan bentuk hiburan apapun di wilayah Todanan tidak diperbolehkan, baik orkes dangdut, solo organ maupun campur sari ditiadakan guna kamtibmas aman dan kondusif,” katanya pada Minggu (8/5/2022).

Sementara terkait kejadian yang viral di media sosial yang terjadi di Desa Karanganyar dan Desa Prigi, pihak Polres Blora telah melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan dan pengerusakan. Dikutip dari sumber yang sama kapolres mengatakan “Kita masih dalami dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan kepala desa dua desa tersebut di Satreskrim Polres Blora.”

Saat tulisan ini ditulis sudah ada 2 kegiatan di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan pada Minggu Malam (8/2/2022) telah dihentikan. Kapolres juga telah mengumpulkan 112 personel untuk melakukan patrol bergilir di walayah hukum Todanan.

Langkah-langkah yang diperlukan dilakukan guna memastikan kondisi di wilayah Todanan aman dan kondusif.


Thursday, April 21, 2022

Blora, Masuk Dalam Kabupaten Terluas dan Tersepi di Jawa Tengah

Blora merupakan Kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Provinsi Jawa Tengah sendiri terdiri dari 35 Kabupaten/Kota dengan luas wilayah mencapai 32.800,69 km persegi.


Foto : Pendopo Kabupaten Blora

Wilayah Kabupaten Blora sendiri berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) dalam buku Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2021, luas wilayah Kabupaten Blora adalah sekitar 1.804,59 km persegi atau sekitar 5,59 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas ini sendiri wilayah Kabupaten Blora merupakan wilayah terluas nomor 4 se Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Brebes.

Dengan luas wilayah 1.820,59 km persegi atau sekitar 182.058,797 ha wilayah Kabupaten Blora didominasi oleh wilayah hutan yakni sekitar 49,66% yang terdiri dari hutan Negara dan hutan rakyat. Lalu tanah sawah 25,38% dan sisanya yakni 24,96% terdiri dari pekarangan, tegalan, waduk, perkebunan rakyat dan lain-lain.

Wilayah kecamatan terluas di Kabupaten Blora adalah Kecamatan Randublatung dengan luas 211,13 km persegi diikuti oleh Kecamatan Jati, Kecamatan Jiken dan Kecamatan Todanan dengan luas masing-masing 183,62 km persegi, 168,17 km persegi, dan 128,74 km persegi.

Dengan luas yang lebih dari 5 persen dari wilayah Jawa Tengah ini wilayah Kabupaten Blora merupakan Kabupaten dengan kepadatan penduduk paling rendah dengan rata-rata 490,05 jiwa per kilometer persegi, diikuti oleh Kabupaten Wonogiri dengan kepadatan berkisar 581,59 jiwa per km persegi, Kabupaten Purworejo dengan 705,53 jiwa per km persegi, Kabupaten Grobogan yang merupakan wilayah terluas kedua se Jawa Tengah dengan kepadaran 721,76 jiwa per km persegi, dan Kabupaten Rembang dengan 727,44 km jiwa per km persegi. Dengan angka kepadatan penduduk yang paling rendah dibandingkan dengan 34 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Tengah bisa dikatakan bahwa wilayah Kabupaten Blora merupakan wilayah Kabupaten tersepi di Jawa Tengah. Sebagai perbandingan DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia dengan angka kisaran 15.292 jiwa per km persegi. Sementara di Jawa Tengah, Kota Solo merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi dengan kisaran 12.391 jiwa per km persegi mengalahkan Kota Semarang yang berada di urutan ke-5 dengan kepadatan penduduk berkisar 4.560 jiwa per km persegi.

 

Wednesday, February 16, 2022

Kumpulan Lowongan Kerja bulan Februari Blora dan Sekitarnya

Informasi lowongan kerja daerah bulan Februari 2022 untuk Blora dan sekitarnya.

Informasi utamanya didapatkan dari instagram @infolokerblora. Berikut adalah beberapa lowongan kerja bulan Februari 2022 di wilayah Blora dan sekitarnya.

  • Roti Kepo Blora

  1. Roti kepo Blora membuka lowongan kerja untuk 1 pria dan 1 wanita
  2. Dengan syarat-syarat
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat
  5. Jujur, disiplin, dan pekerja keras
  6. Diutamakan yang sudah punya pengalaman kerja

 


  • Community Officer BTPN Syariah

Syarat-syarat

  1. Perempuan usia 18-29 tahun
  2. Pendidikan minimal SMA/sederajat
  3. Suka travelling
  4. Bisa mengendarai sepeda motor dan punya SIM C
  5. Penempatan area Blora dan sekitar

 


  • Media crew Aisharana Hijrah (Produsen busana muslim)

Kualifikasi

  1. Wanita, berjilbab dalam keseharian
  2. Shalat 5 waktu dan tidak berpacaran
  3. Pendidikan minimal SMA/SMK dengan usia maksimal 27 tahun
  4. Mampu menggunakan kamera DSLR
  5. Mengikuti perkembangan sosial media
  6. Mampu melakukan editing foto/video
  7. Dapat berkomunikasi dan bekerja sama tim dengan baik
  8. Ulet, tekun, mau belajar dan amanah
  9. Domisili Cepu dan sekitarnya(tidak dalam jarak safar)

 


  • @sheepiesland

Kualifikasi

  1. Perempuan usia 18-27 tahun
  2. Dapat bekerja dalam tim
  3. Diutamakan jurusan jahit
  4. Kendaraan pribadi
  5. Domisili Blora

 


  • Sushi Zee Blora

Kualifikasi

  1. Wanita, WNI usia 17-30 tahun
  2. Berpenampilan menarik
  3. Pendidikan minimal SMA/sederajat
  4. Tidak sedang hamil/menyusui
  5. Dapat bekerjasama secara tim ataupun individu
  6. Pekerja keras, disiplin, jujur dan bertanggung jawab
  7. Memiliki kendaraan sendiri

 


  • Perawat Asisten Dokter Praktek dan Perawatan luka di Apotek Gisela

Kualifikasi

  1. Perempuan
  2. Pendidikan minimal D3 keperawatan
  3. Berpenampilan menarik, komunikatif, dan bisa bekerja sama
  4. Domisili tidak jauh dari kota Blora

 


  • SLB Ceria Mandiri Blora

  1. Tenaga pengajar
  2. Therapist fisioterapi
  3. Tenaga psikologi
  4. Tenaga administrasi



Bonus




Wednesday, February 2, 2022

Spesial “MULIH NGABDI DESO”, Mahasiswa Blora Madura Gelar Pengabdian


BLORAKAMABA Madura (Keluarga Mahasiswa Blora Madura melalui program tahunan Mulih Ngabdi Deso gelar acara pengabdian kepada masyarakat di Dk. Gejeg Ds. Kepoh Kec. Jati Blora pada 28-30 Januari 2022. Kamaba Madura sendiri merupakan wadah atau tempat bagi para mahasiswa-mahasiswi dari Blora yang menuntut ilmu di pulau Madura.



Pada tahun ke empat ini, Kamaba Madura mengusung tema “Nyare Ilmu E Tana Madura, Ngabdi Kaweruh Ing Tlatah Blora”. Tema ini merupakan wujud dari motto KAMABA Madura yaitu “Pulang untuk membangun” memiliki tujuan bahwa ini implementasi kepedulian sebagai mahasiswa yang telah menuntut ilmu di Pulau Madura dan kembali ke tanah asal untuk melakukan pengabdian secara langsung kepada masyarakat Blora dengan istilah lain dari Blora kembali ke Blora.

Kegiatan MND (Mulih Ngabdi Deso) ini mendapat dukungan baik oleh para perangkat desa, Lurah, Kadus, RT/RW dan juga masyarakat Gejeg. Bapak Sulawan selaku Kepala Desa Kepoh dalam sambutannya mengatakan “Saya mendukung baik kegiatan seperti ini selagi membawa dampak positif bagi warga Dusun Gejeg”.

   Gambar kegiatan

Dalam terselenggaranya kegiatan MND IV ini juga didukung oleh banyak pihak sponsorship, para pihak donatur, dan Media Partner yang diantaranya DINHUT, MRI ACT Blora, BAZNAS Blora, Perpusjal Dope, Kemenag, TB. Setia Kawan, dan TB. Baru Jaya. Kamaba Madura juga turut mengundang organisasi daerah untuk memeriahkan acara seperti Impara Unwahas, Bolo Kurowo, Kamaba Jogja, Kamaba Salatiga, COBS Bojonegoro, Merpati Pati

  Secara garis besar Kegiatan MND IV ini terdiri dari berbagai rentetan kegiatan meliputi pembagian bibit pohon yang dipandu langsung oleh penyuluh kehutanan, pembangunan tempat wudhu masjid Al-Hidayah Dk. Gejeg, kelas menggambar dan mewarnai bersama anak-anak dan remaja, pembagian sembako kepada warga yang kurang mampu serta kerja bakti bersama warga.



Pada malam puncak acara Kamaba Madura menampilkan berbagai hiburan dengan nuansa modern dipadukan dengan budaya khas Blora, di awal acara hadirin menikmati tarian gambyong, dilanjut dengan tarian modern Nusantara dilanjut dengan penampilan seni barong spektakuler yang dibawakan oleh komunitas Bolo Kurowo dan dilanjut dengan hiburan tunggal orgen tunggal oleh Paguyuban Wong Gejeg (PWG) untuk menambah keseruan acara.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada adik-adik Kamaba Madura yang jauh-jauh datang kesini dengan medan yang kurang mengenakkan demi acara yang sangat istimewa ini semoga dikemudian hari Tuhan membalas kebaikan kalian semua” Ujar Bapak Lasno selaku Ketua RT.

Sementara Thiessa selaku Ketua Umum KAMABA Madura menyampaikan apresiasi besar kepada Seluruh warga Dk. Gejeg, panitia, sponsorship serta tamu undangan yang telah membantu kesuksesan acara.

“Apresiasi besar kepada seluruh warga, panitia, sponsorship dan tamu yang terlibat dalam kesuksesan acara ini, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya. Semoga dengan terselenggaranya acara ini makin merekatkan paseduluran kita semuanya bukan hanya diacara ini saja tapi semoga paseduluran ini selalu raket untuk kedepan dan semoga semua yang telah kita lakukan mendepatkan keberkahan dari Pencipta”.

Sebagai informasi, Acara Mulih Ngabdi Deso IV ini juga termasuk runtutan acara dari open donasi yang telah dilakukan oleh Kamaba Madura untuk pembangunan tempat wudhu masjid di Dk. Gejeg yang pengerjaannya masih dilakukan sampai sekarang. Acara dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sesuai dan dilanjut dengan foto bersama.

Penulis : Siti Nduriyah

Friday, January 14, 2022

Bupati Blora digugat soal Perades

 

Pengisian perangkat desa menemui permasalahan lagi. Pernasalahan pengisian perangkat Desa di Kabupaten Blora kali ini berlanjut ke ranah hukum. Tiga warga Blora menggugat Bupati Blora dan Tim Pembina Teknis Pengisian Perangkat Desa Kabupaten Blora. Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri Blora dengan nomor perkara : 3/Pdt.G/2022/PN Bla.

Gambar : Bupati Blora

Gugatan dilayangkan oleh Faisal Ghony, Rudy Setiawan, dan Moh Choirul Umam Nirwana dengan kuasa hukum Zaenul Arifin, SHI, MH. Dikutip dari regional.kompas.com kuasa hukum penggugat Zaenul Arifin menjelaskan alasan kliennya menggugat bupati Blora dan tim Pembina teknis pengisian perangkat desa Kabupaten Blora. Kepada kompas.com dia mengatakan

“Kemarin kami telah mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum, mewakili klien kami yang merupakan bakal calon, peserta tes penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Blora tahun 2021,”



Dikutip dari situs banyuurip.com dalam gugatan penggugat menyatakan perbuatan para tergugat telah melawan hukum, karena membiarkan peran aktif pihak luar, coordinator pelaksana pengisian perangkat desa Kabupaten Blora untuk mengurus, memfasilitasi terjadinya kerja sama antara tim pelaksana dengan perguruan tinggi untuk pelaksanaan tes tertulis dengan sistem CAT(Computer Assisted Test).

Selain itu perbuatan para tergugat tetap melanjutkan proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa di Kabupaten Blora tahun 2021 di tahun 2022. Dalam gugatannya itu meminta kepada pengadilan menghukum tergugat I untuk mencabut izin penjaringan dan penyaringan perangkat Desa tahun 2021 yang telah diterbitkan tahun 2021.

Juga menghukum para tergugat untuk memerintahkan kepada seluruh tim pelaksana penjaringan dan penyaringan perangkat Desa di Kabupaten Blora tahun 2021, agar tidak melanjutkan tahapan penjaringan dan penyaringan perangkat Desa tahun 2021 pada tahun 2022.

Sementara itu dapat dilihat dari situs resmi sistem informasi penelusuan perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Blora – sip.pn-blora.go.id beberapa isi gugatan adalah

  1. Memerintahkan TERGUGAT untuk menghentikan segera tindakan, perbuatan yang berkaitan dengan pelaksanaan penjaringan dan penyaringan Perangkat Desa di Kabupaten Blora pada tahun 2021 yang dapat merugikan penggugat dan calon calon perangkat lainnya, sampai dengan Penggugat ini memperoleh kekuatan hukum tetap (dalam kracht van gewijsde);
  2. Memerintahkan Tergugat, dengan kewenanganm tugas, kewajiban, kebijakannya untuk menghentikan proses, tahapan Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa tahun 2021.

 

 

  1. Mengabulkan Gugatan Tergugat untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan perbuatan TERGUGAT yang membiarkan peran aktif pihak luar, Kordinator Pengisian Desa Kabupaten Blora untuk mengurus, memfasilitasi kerjasama antara Tim Pelaksana dan Universitas, untuk pelaksanaan tes tertulis dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) adalah melawan hukum;
  3. Menyatakan perbuatan TERGUGAT yang melanjutkan proses Penyaringan dan Penyaringan Perangkat Desa di Kabupaten Blora Tahun 2021, Tahun 2022 adalah melawan hukum;
  4. menghukum TERGUGAT I untuk mencabut Izin Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa pada tahun 2021 yang telah diterbitkan pada tahun 2021;
  5. menghukum TERGUGAT agar memerintahkan seluruh Tim Pelaksana Penyaringan dan Penyaringan Perangkat Desa di Kabupaten Blora pada tahun 2021, tidak melanjutkan tahapan Penyaringan dan Penyaringan Perangkat Desa pada tahun 2021, pada tahun 2022;
  6. Menghukum TERGUGAT dengan tanggung jawab berantai untuk membayar ganti rugi kepada TERGUGAT, immaterial sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dan material sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta ruipah);
  7. Membebankan biaya perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;
  8. Menyatakan bahwa keputusan ini dapat diberlakukan terlebih dahulu, terlepas dari upaya verzet, banding, kasasi, penentangan dan/atau peninjauan kembali (uitvoerbaar bij Voorraad) .

 

Artikel Terbaru