Saturday, April 30, 2022

Taman Puspo Warno Buka Kembali Mulai Hari Ini

Setelah ditutup sementara Tama Puspo Warno akhirnya dibuka kembali hari ini, Sabtu 30 April 2022. Taman Puspo Warno dapat menjadi alternatif wisata di Blora khususnya di daerah Randublatung. Terletak di Dusun Giring, Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Blora, atau dari perempatan Butbanyu Sambongwangan ke selatan kurang lebih 1,6 km, Taman Puspo Warno berada tepat di kanan jalan.

Gambar : Spot Bunga di Taman Puspo Warno

Pengunjung tempat Wisata Taman Puspo Warno dapat menikmati pemandangan bunga-bunga yang indah dan asri. Ada berbagai spot foto menarik dan estetik di Taman Puspo Warno berupa taman bunga yang luas, juga ada kincir angin mini yang instagramable.

Gambar : Salah satu spot foto di Taman Puspo Warno



Pengunjung hanya perlu tiket masuk yang sangat terjangkau yakni Rp.3000,00 per orang. Dengan tiket terjangkau telah terdapat beberapa fasilitas pendukung misalnya tempat parkir yang aman dan luas, toilet, warung, dan dekat dengan tempat ibadah. Taman Puspo Warno dapat menjadi pilihan wisata yang murah meriah, dan menarik.


Sunset di Taman Puspo Warno

Taman Puspo Warno Randublatung buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore. Taman Puspo Warno akan asik jika dikunjungi bersama teman-teman ataupun keluarga.

Spot Foto Taman Puspo Warno



Informasi selengkapnya mengenai tempat wisata ini dapat mengunjungi langsung akun instagram Taman Puspo Warno di @taman_puspowarno .

Bupati Blora di Taman Puspo Warno



Thursday, December 2, 2021

Mengenal Sejarah Sunan Pojok


Makan Sunan Pojok yang berada di pusat kota Blora atau lebih tepatnya selatan alun-alun kota Blora sekarang menjadi tempat wisata religius sekaligus tempat wisata sejarah. Lalu siapa sebenarnya Sunan Pojok dan bagaimana kiprahnya di Blora?


Gambar : Makan Sunan Pojok

Dari berbagai sumber Sunan Pojok memiliki beberapa nama yakni Pangeran Pojok, Wali Pojok Blora, Pangeran Surabaya, Pangeran Surabahu, Pangeran Sedah, Syaikh Amirullah Abdurrochim. Silsilah keluarganya sendiri Sunan Pojok memiliki 3 orang anak, yakni : (1) Pangeran Kleco, makamnya sekarang berada di Kudus, di kompleks makam Sunan Kudus, (2) Pangeran Joyodipo, Makamnya ada di Blora, (3) Pangeran Dipoyudo, makamnya berada di Desa Tambaksari, Blora.

Nama kecil Sunan Pojok sendiri Pangeran Surabahu Abdul Rohim, merupakan putra dari Kiai Ashari Sunan Pejagong Tuban.

Cerita bermula saat beliau dewasa dan mendapatkan perintah dari Raja Mataram yakni Sultan Agung Hanyakrakusuma (memerintah Kerajaan Mataram dari tahun 1613-1645) menjadi Panglima Perang di Kerajaan. Tugas pokok sebagai panglima perang saat itu, yakni :

1.      Mengamankan wilayah Pati, Tuban, Surabaya, dan Pasuruhan dari pengaruh pemberontak.

2.      Mengajak bersatu dan bersama mengusir VOC

Setelah keberhasilannya dalam perang melawan VOC, diangkat menjadi Adipati di Tuban pada tahun 1619. Sunan Pojok menjadi Adipati Tuban selama 42 tahun mulai tahun 1619 sampai dengan tahun 1661. Sesuai tradisi Majapahit, rangkap jabatan antara menjadi Adipati Tuban dan panglima perang(Senapati).

Sunan Pojok memberikan banyak peninggalan di Blora, menurut cerita tutur misalnya Sunan Pojok banyak memberikan nama-nama dukuhan di Kabupaten Blora. Masjid Agung Baitunnur Blora yang terletak persis di depan alun-alun Blora juga merupakan salah satu peninggalannya.

Haulnya diperingati setiap tanggal 27 Sura karena ini merupakan hari kelahiran beliau.

 

Diambil dari berbagai sumber.

Friday, October 1, 2021

Koplakan, Pusat Kuliner khas Blora



Berwisata ke Blora tentu saja tidak lengkap kalau tidak mencoba kuliner khasnya. Blora sendiri memiliki beberapa kuliner khas, seperti sate kambing, sate ayam, soto klethuk, pecel godhong jati, lontong tahu, dan beberapa makanan khas lainnya. Bagi yan ingin membaca spesifik tentang beberapa kuliner di atas bisa membaca beberapa tulisan tim Potret Blora di bawah ini.

 Sate Ayam Blora, Unik dan Khas

Soto Klethuk Blora

Lontong Tahu Blora

Nasi Pecel Blora

Akan tetapi bagaimana jika kita membawa keluarga besar dan memiliki keinginan masing-masing, misalnya sang kakak ingin sate ayam, tapi sang adek ingin lontong tahu? atau anda ingin mencoba berbagai makanan khas Blora tanpa perlu datang ke banyak tempat. Tenang saja bagi wisatawan yang berkunjung ke Blora tidak perlu bingung mencari tempat kuliner khas Blora yang ada dalam satu tempat. Potret Blora punya jawabannya.

Datang saja ke Koplakan Blora, tempat pusat kuliner khas Blora yang diresmikan oleh Bupati Blora pada 2019 lalu. Tempat ini menghabiskan dana APBD Blora sebesar Rp.3.244.000.000,00 dalam pembangunannya, sehingga sekarang memiliki tempat yang nyaman dan keren. Menjajakan berbagai makanan, khususnya makanan khas Blora. Letaknya di pusat kota Blora tak jauh dari alun-alun, hanya sepelemparan batu dari alun-alun. Terletak di selatan alun-alun Kabupaten Blora, dekat dengan wisata religi makan Sunan Pojok, dari alun-alun anda hanya perlu ke selatan dan terletak di kiri jalan.

Di sini pedagang tergabung di dalam Paguyuban Pedagang Kuliner Koplakan. Tersedia berbagai makanan dari 19 yang ada kios mulai dari sate kambing, sate ayam, lontong tahu, pecel, rawon, soto klethuk, hingga bakso juga beberapa makanan lainnya. Ada 38 pedagang yang bergantian siang dan malam. Selain itu ada juga makanan ringan seperti keripik singkong khas Blora di dekatnya.

Beberapa fasilitas di tempat ini misalnya lahan parkir yang luas sehingga pengunjung tidak perlu bingung untuk memarkirkan kendaraannya, serta ada toilet.

Jadi tak perlu ragu dan bertanya lagi kemana saat ingin berkuliner di Blora.

Saturday, September 25, 2021

Mencari Kesegaran di Kedung Londo Bogorejo

Kecamatan Bogorejo memiliki tempat wisata yang sudah cukup dikenal saat ini yakni Bukit Pencu. Melengkapi wisata alam di Bogorejo ternyata tidak hanya wisata gunung untuk menikmati matahari, sunrise, ataupun sunset tetapi Bogorejo ternyata juga memiliki wisata sungai yang menyegarkan. Tempat menarik ini adalah Kedung Londo di Bogorejo.



Kedung Londo tempatnya tak jauh dari Sabrangan Forest Park, juga masih satu jalur dengan Bukit Pencu. Terletak di Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Jadi bisa dikunjungi satu paket bersama Bukit Pencu dan Sabrangan Forest Park. Terletak kurang lebih 18 km dari alun-alun kota Blora menurut google maps.

Kedung londo terletak di tengah-tengah hutan jati, airnya jernih dan mengalir pada saat kemarau. Waktu yang paling cocok untuk berkunjung memang pada saat kemarau. Tapi tentu saja yang perlu diingat untuk mengutamakan keselamatan.

Untuk menuju Kedung Londo sendiri memang membutuhkan sedikit kesabaran, walaupun begitu suasana alamnya dapat membayar lunas keadaan itu. Tempat ini terletak satu jalur menuju Bukit Pencu, tak jauh dari masuk gang ada papan petunjuk menuju Kedung Londo. Bagi kalian yang pertama kali mungkin harus cermat membaca papan petunjuk menuju Kedung Londo. Hal ini karena papan petunjuknya hanya berupa papan dari potongan kayu jati yang hanya ditulis tangan dan di temple di pohon Jati.

Jalanan hutan menyuguhkan suasana asri, dan begitu sampai lokasi kalian akan mendapatkan beberapa spot foto menarik, dan tentu saja wisata untuk bermain air.

Kedung Londo dulu pernah dikelola dimana pernah ditarik biaya parker Rp2.000 tetapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Kedung Londo sendiri sudah diulas oleh beberapa situs berita besar misalnya liputan6.com, travel.detik.com, begitu pula sloops.com dan beberapa lainnya. Kesan yang diberikan dari beberapa situs berita besar ini adalah kealamian, keasrian, dan kesegarannya. Tentu itu semua memang sangat cocok untuk Kedung Londo, tempat yang pas untuk refreshing akhir pekan. Bahkan travel.detik.com menuliskannya dengan judul ‘Kedung Londo, Pesona Alam yang Berikan Energi Positif untuk Wisatawan’. Sementara liputan6.com lebih melihat pada Kedung Londo sebagai tempat relaksasi.

Ini adalah aliran airnya


Pemandangan dari air 

Spot menarik apabila beruntung



Thursday, September 2, 2021

Menikmati Sunset di Puncak Serut



Bukit yang dulu hanya sebagai lahan pertanian kini telah diubah menjadi destinasi wisata. Terletak di Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken. Lokasinya tak jauh dari Wisata Bukit Kunci di Desa Bangoan. Bukit Serut menawarkan panorama indah untuk foto instagramable. Bukit ini sendiri sebenarnya adalah lahan milik Perhutani, dulu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang biasanya ditanami jagung, sementara sekarang dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Pembangunan bukit serut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan didukung oleh Pemerintah Desa. Masyarakat gotong royong membangun area Bukit Serut. Beberapa fasilitas yang telah dibangun warga antara lain adanya gazebo, mushala sebagai tempat ibadah, spot foto yang instagramable, kebun bunga, toilet, warung makan, serta lokasi parkir. Dikutip dari jateng.tribunnews.com Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Singonegoro, Eko Sumarno mengatakan bahwa bukit ini mulai digarap untuk tempat wisata sejak Agustus 2020.

"Kenapa dinamai Bukit Serut, karena di atas bukit terdapat tanaman serut. Warga sudah sejak lama menamainya Bukit Serut," ujar Eko,  Selasa (19/1/2021).

Foto : @puncak_serut

Dulu bahkan akses menuju bukit ini sangat susah sehingga warga perlu kerja bakti untuk membuka akses jalan menuju lokasi ini. Dalam keterangan lebih lanjut Eko Sumarno mengatakan Warga sekitar kerja bakti, bisa sampai 500 orang. Kerja bakti termasuk untuk buka akses jalan menuju lokasi,"

Sekarang setelah menjadi destinasi wisata biaya masuk Bukit Serut hanya dikenakan iuran parker kendaraan sebesar 2.000 Rupiah per kendaraan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit Serut adalah saat senja hari karena tidak terlalu panas dan pemandangan yang disuguhkan berupa sunset yang indah. Sementara waktu lainnya adalah pagi hari karena udara sejuknya lingkungan yang alami. Sementara itu saat malam hari dapat melihat indahnya Kota Blora dari ketinggian, dan jika beruntung dapat menikmati rembulan. Akan tetapi tidak disarankan untuk datang siang hari karena panas.

Fasilitas di Bukit Serut bukan hanya sekedar lokasi foto tetapi juga dikembangkan sebagai Camp Ground.

Keindahan foto Bukit Serut dapat dilihat di instagram @puncak_serut




Monday, August 30, 2021

Berwisata Alam di Sabrangan Forest Park

 


Instagram sebagai salah satu media paling popular di kalangan anak muda sekarang telah mendorong pengembangan tempat wisata di Kabupaten Blora. Tuntutan untuk mengikuti trend an mencari tempat foto yang menarik menjadi keuntungan tersendiri bagi tempat wisata. Karena besarnya potensi yang demikian pariwisata di Kabupaten Blora di beberapa tahun ke belakang juga ikut berkembang. Salah satunya adalah Sabrangan Forest Park yang terletak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.

Sabrangan Foresy Park sendiri adalah wisata alam yang menawarkan suasana asri dan beberapa spot foto menarik. Terdapat tak jauh dari tempat wisata alam gunung Pencu, sabrangan menarik untuk dikunjungi dan dapat dijadikan sepaket dengan kunjungan ke gunung Pencu.

Beberapa spot foto menarik di Sabrangan Forest Park misalnya

Yang pertama adalah yang paling ikonik di Sabrangan Forest Park yakni foto di jembatan gantung. Jembatan gantung berwarna merah yang maksimal dapat dinaiki oleh 8 orang ini menjadi salah satu yang paling khas dari tempat wisata ini.







Yang kedua adalah Taman Bukit Bunga, Sabrangan Forest Park memiliki wahana taman bukit bunga dengan berbagai bunga menarik. Di sini tak hanya menarik untuk berfoto untuk feed instagram akan tetapi juga nyaman dijadikan tempat untuk ngobrol-ngobrol.


Foto : Ig @sabrangan.forest.park

Foto : Ig @sabrangan.forest.park

Yang ketiga tentu saja background hutan hijau yang asri. Terletak di tengah-tengah hutan jati di Desa Gandu Sabrangan Forest Park menjadi tempat menarik untuk berfoto dengan background hutan yang hijau.



Sementara itu fasilitas lainnya ada tempat camping, tempat kuliner dan souvenir khas SAbrangan Forest Park. Beberapa souvenir yang dapat dibawa pulang misalnya kaos khas Sabrangan Forest Park, Syal khas Sabrangan Forest Park, gantungan kunci, kain taplak meja yang khas dan berbagai souvenir lainnya.


Biaya masuk sendiri saat penulis berkunjung beberapa bulan lalu hanya membayar biaya parker untuk 1 motor 2 ribu rupiah.

Selain menikmati wisata sabrangan forest park tak jauh dari sini pengunjung dapat menikmati wisata tersembunyi Kedung Londo, atau menikmati pemandangan indah di gunung Pencu.



Foto : @potretblora

Artikel Terbaru