Tuesday, July 5, 2022

Belasan SD di Blora Tak Dapat Peserta Didik Baru, Ini Sebabnya

Belasan SD di Blora Tak Dapat Peserta Didik Baru, Ini Sebabnya

BLORA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 dari total 598 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tidak mendapatkan peserta didik baru (PDB).


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq buka suara perihal tidak adanya peserta didik baru yang mendaftar di sejumlah sekolah tersebut.

Menurutnya, sekolah tersebut tidak mendapatkan murid baru karena memang tidak adanya sumber daya manusia yang masuk sekolah di usia tersebut.

"Memang sekarang sumbernya tidak begitu banyak, TK di sekitar situ juga sudah tidak banyak lagi," kata dia saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Blora, Senin (4/7/2022).

Dirinya menyebut sejauh ini pihaknya belum mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan itu.

"Ya memang sumbernya tidak ada, mau kita dorong ke mana, kita mau mencari sumber kemana lha memang sumbernya tidak ada, ya kita tuntaskan dulu," kata dia.

Rofiq mengungkapkan, sekolah-sekolah yang saat ini kurang jumlah siswa ataupun tidak adanya peserta didik baru yang mendaftar, karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).

"Kalau dulu memang SD SD tersebut banyak muridnya, karena KB belum berhasil, makanya dulu pendirian SD inpres ada di mana-mana. Karena sekarang KB sudah berhasil, maka sumber siswa di sekitarnya menjadi berkurang," terang dia.

Meskipun banyak sekolah yang bernasib demikian, pihaknya belum mempunyai rencana untuk menggabungkan sekolah yang kekurangan murid dengan sekolah lainnya.

"Menggabungkan itu tidak semudah itu ya, meskipun muridnya tidak begitu banyak tapi tidak semudah itu, kalau itu di-regrup justru anak-anak itu tidak sekolah, makanya ada kasus-kasus tertentu meskipun muridnya sedikit tetap tidak ditutup karena kalau ditutup mereka tidak sekolah, nanti juga akan menjadi persoalan untuk menuntaskan wajib belajar tidak tercapai," jelas dia.

Sekedar diketahui, dari total 598 sekolah dasar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebanyak 432 sekolah mengalami kekurangan siswa baru.

Sedangkan jumlah sekolah yang mampu mencukupi kuota siswa baru sebanyak 166 sekolah.

432 sekolah disebut kekurangan siswa karena berdasarkan standar minimal rombongan belajar per kelas, jumlah siswa minimal 20 orang.

Sementara 16 sekolah yang tidak memiliki peserta didik baru antara lain SDN 3 Karangjati, SDN 2 Kebonrejo, SDN 2 Bogorejo, SDN 2 Sendangrejo, SDN 3 Nglengkir, SDN Gayam, SDN Gembol, SDN Sarirejo, SDN 2 Nglanjuk, SDN 4 Balun, SDN Jipang, SDN 1 Japah, SDN 1 Jepon, SDN 2 Pojokwatu, SDN 2 Sendang, dan SDN 2 Sambong.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2022/07/05/065839678/belasan-sd-di-blora-tak-dapat-peserta-didik-baru-ini-sebabnya?page=all

Friday, July 1, 2022

Sedekah Bumi, Bangkitkan Semangat Gotong Royong dan Pelestarian Seni Tradisi

Ratusan warga dukuh Glagahan Desa Jepangrejo Kec/Kab. Blora tak beranjak dari tempat duduk menyaksikan pertunjukan wayang kulit, Selasa (28/6/2022) malam.



Kerinduan menonton seni tradisional tinggalan leluhur seakan terobati setelah dua tahun terjeda akibat pandemi COVID-19.

Warga setempat secara gotong royong, iuran untuk menampilkan pertunjukan musik dan wayang kulit dalam rangka sedekah bumi.

Acara yang digelar di halaman depan rumah Kepala Desa Jepangrejo Sugito, diawali dengan laporan ketua panitia sedekah bumi dukuh Glagahan.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada semua warga dukuh Glagahan yang ikhlas menyisihkan rejeki sehingga acara bisa terlaksana. Ini adalah puncak tasyakuran sedekah bumi dukuh Glagahan, siangnya tadi ada pentas musik," kata Ahmad Kasturi, ketua panitia.

Pihaknya, mengapresiasi keguyuban panitia yang telah bekerja maksimal, terutama dalam penggalangan dana.

Dalam laporannya, Kasturi menyampaikan satu persatu perolehan dana baik dari perseorangan, pengusaha, PNS, sejumlah RT dan RW serta perangkat desa di wilayah dukuh Glagahan.

"Jadi ini secara transparan dan profesional kami sampaikan," ucapnya.

Ia menyebut, bahwa wayang kulit yang ditampilkan dalang Sujiarto Jreng, tidak hanya sebagai tontonan, melainkan sebagai tuntunan dan tatanan.

Kepala Desa Jepangrejo Sugito, dalam sambutannya antara lain mengatakan pertunjukan wayang kulit yang ditampilkan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Allah SWT atas berkah, kesehatan serta rezeki, sehingga secara bersama, sukarela dan guyub rukun warga Glagahan bisa menggelar acara musik dan wayang kulit.

"Wayang kulit ini ditampilkan sekaligus sebagai upaya sesarerangan melestarikan seni tradisi, yang sekaligus mengedukasi pendidikan budi pekerti serta kepribadian," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sugito mohon doa dan restu, akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah bersama istri.

Sementara itu H. Ansori, sebelum memimpin doa, menyampaikan arahan terkait pelaksanaan ibadah haji dan sekilas tentang tradisi sedekah bumi.

Ia mengajak warga Glagahan untuk saling mendoakan supaya selalu dalam lindungan Allah SWT.

Pertunjukan wayang kulit dengan lakon Sesaji Rajasuyo (Pandawa Syukur) diawali dengan penyerahan tokoh wayang oleh Kamituwo Glagahan Supardi kepada Dalang Sujiarto Jreng.

Pagelaran wayang kulit pun berjalan lancar dan sukses hingga selesai.

Hadir pada acara itu, Sekcam Blora Setyo Pujiono, S.Sn., mewakili Camat Blora Drs. Bambang Sugianto,MM.
Turut hadir sejumlah Kades dan perangkat desa sekitar serta Babinkamtibmas dan Babinsa wilayah setempat.

Sumber : www.blorakab.go.id

Wednesday, June 22, 2022

Terlibat Korupsi Bank Jateng, Oknum ASN Blora Dituntut 18 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 17,2 Miliar

Terlibat Korupsi Bank Jateng, Oknum ASN Blora Dituntut 18 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 17,2 Miliar

Terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Bank Jateng Cabang Blora, Ubaydillah Rouf alias Obet masih menjalani sidang pengadilan.


Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang pada Jumat 17 Juni 2022 lalu, Obet dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan kurungan 18 tahun penjara.


"Tuntutannya 18 tahun penjara," ucap Humas Pengadilan Tipikor Semarang, Kukuh Subiyakto saat dihubungi Kompas.com, pada Selasa (21/6/2022).


Obet yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Blora juga dituntut membayar denda sebesar Rp 750 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan biaya kurungan selama 7 bulan penjara.

Selain itu, alumni institut pemerintahan dalam negeri (IPDN) juga dituntut oleh jaksa untuk membayar uang pengganti dalam pemberian Kredit Usaha Produktif Revolving Credit/Rekening Koran (KUP R/C) sebesar Rp 17,2 miliar dan dalam pemberian Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp 54.120.300.000.

"Kalau enggak bisa bayar hartanya disita," kata dia.


Dalam tuntutan tersebut, jaksa menuntut Obet dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.


Selain Obet, dalam tindak pidana tersebut, pengadilan tipikor Semarang juga menyidangkan perkara Rudatin Pamungkas alias Amung, eks Kepala Bank Jateng Cabang Blora dan Direktur PT Lentera Emas Raya, Teguh Kristiono.

Selanjutnya pada Kamis 23 Juni 2022 mendatang, akan dilaksanakan sidang dengan agenda pembelaan dari terdakwa.


Sekadar diketahui, Ubaydillah Rouf diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi dalam penyaluran kredit rekening koran (revolving credit), kredit kepemilikan rumah (KPR), dan kredit proyek pada Bank Jateng Cabang Blora tahun 2018 sampai 2019.


Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 115,5 miliar.


Sumber : https://regional.kompas.com/read/2022/06/21/103752078/terlibat-korupsi-bank-jateng-oknum-asn-blora-dituntut-18-tahun-penjara-uang

Blora Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Blora Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP,M.Si menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora dengan berbagai stakeholder, berkomitmen untuk mewujudkan Blora sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Hal itu ditegaskan Bupati secara virtual dari Semarang mengawali kegiatan verifikasi lapangan hybrid kabupaten/kota layak anak tahun 2022 yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian PPPA, Selasa (21/6/2022).

Tidak hanya Bupati, melainkan mulai Wakil Bupati Blora hingga Ketua TP PKK Blora juga sampaikan komitmennya untuk mewujudkan Blora sebagai kabupaten layak anak.

Bupati Arief menyatakan, Blora sangat berharap bisa menjadi salah satu kabupaten yang memang layak anak. ‘’Seluruh stakeholder dari saya, Wakil Bupati, Forkopimda, PKK, Dinas terkait sampai kecamatan, hingga desa, berkomitmen Blora harus bisa menjadi KLA,’’ ucap Bupati Arief .

Diketahui, kegiatan verifikasi lapangan hybrid kabupaten/kota layak anak tahun 2022 dilakukan oleh Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian PPPA Ciput Eka Purwianti, S.Si. MA serta tim verifikasi.

Di kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi, Apt,MSi,MM.

Sementara Ketua Gugus Tugas KLA Kab Blora, Mahbub Djunaidi menyampaikan paparannya di hadapan tim verifikator secara virtual dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Dijelaskan Bupati, terkait anak dan perempuan di Blora sudah ada regulasi yang mengatur. Diantaranya Perda yang mengatur tentang penyelenggaraan perlindungan perempuan, anak dan korban kekerasan, yakni Perda No. 3 tahun 2017.

“Dari perda tersebut juga akan diturunkan dalam bentuk Perbup dan peraturan yang lainnya,” ucapnya.

Terkait komitmen Blora sebagai kabupaten layak anak, lanjut Bupati, alokasi penganggaran terhadap pemenuhan hak anak di tahun 2022 sudah ditingkatkan. Bahkan naik hampir sepuluh kali lipat.

Selain dari APBD, terkait keberpihakan anak dan perempuan kita juga berasal dari CSR dan dari stakeholder lainnya.

Sementara untuk fasilitas-fasilitas yang ada, seperti halnya area bermain yang ramah terhadap anak dan disabilitas terus diperbaiki dan dibenahi.

Semua OPD terkait termasuk Dinas Pendidikan dan dinas yang berkaitan dengan anak terus memberikan pendampingan pada anak-anak di Kabupaten Blora.

“Kita juga memberi beasiswa untuk anak-anak yang sekolah dan yang mau kuliah, terutama yang berprestasi. Termasuk untuk anak-anak yang dari sisi ekonomi tidak mampu juga kita berikan beasiswa. Kita dorong, salah satunya adalah pemenuhan hak hak anak yang terkait dengan kesempatan anak melanjutkan sekolah,” jelas Bupati.

Bupati Arief menambahkan, Pemkab juga melakukan pendataan dan pendampingan bagi anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Blora.

Hasil dari tim pendataan untuk anak-anak yang putus sekolah itu akan didampingi mulai dari tingkat kecamatan sampai desa.

Keberadaan forum anak, Genre dan sebagainya, bagi Pemkab sangatlah penting. Maka kemudian, mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan forum.

“Forum Anak Blora kita minta aktif untuk memberikan dukungan. Forum anak ini penting, untuk itu kami meminta dari dinas, jajaran OPD termasuk PKK dari semua tingkatan untuk bekerja sama mendampingi adik-adik kita,” kata Bupati Blora.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian PPPA Ciput Eka Purwianti menyampaikan terima kasih atas komitmen Pemkab Blora dalam mendukung kabupaten/kota layak anak.

“Kami ucapkan terima kasih untuk komitmen dan implementasi yang luar biasa dari Pemkab Blora dalam mendukung perwujudan Indonesia layak anak dimulai dari Kabupaten Blora. Semoga semangat yang luar biasa ini terus terjaga, KLA itu adalah sistem pembangunan yang terintegrasi, terencana, dan berkelanjutan,” papar Asisten Deputi Ciput Eka. (Dinkominfo Blora/Prokompim).



Sumber : www.blorakab.go.id

Monday, June 20, 2022

Kematian Arya Penangsang, Dendam dan Duka

Kerajaan/Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dan diperkirakan berdiri pada tahun 1478. Pendiri kerajaan Demak sekaligus raja pertama adalah Raden Patah memerintah antara tahun 1478-1518M. Selanjutnya dilanjutkan oleh Adipati Unus sebagai anak menantu tertua yang hanya memerintahkan selama kurang lebih 3 tahun antara 1518-1521 karena gugur dalam memimpin penyerbuan kedua Demak ke Malaka untuk mengusir Portugis. Adipati Unus kemudian lebih dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor. Sepeninggal Adipati Unus terjadi perebutan kekuasaan antara para calon penerus Sultan Demak karena Adipati Unus belum memiliki keturunan hingga wafatnya. Persaingan antara para penerus pemimpin Kerajaan Demak terjadi antara Trenggono dan Surowiyoto (Ayah Arya Penangsang). Singkat cerita Sultan Trenggono naik tahta Demak.

Di sisi lain kerajaan Jipang telah ada sejak abad ke-14 M, tepatnya pada masa pemerintahan raja ke-4 Majapahit. Kerajaan Jipang merupakan daerah perdikan sehingga tidak mempunyai kewajiban untuk membayar pajak karena jasanya sebagai daerah penyeberangan.

Penguasa Kerajaan Jipang yang pertama adalah Prabu Arya Jaya Dipa. Setelah wafatnya digantikan oleh anaknya yang bernama Raden Arya Seta, lalu dilanjutkan lagi oleh anaknya yang bernama Raden Usman Haji (Sunan Ngundung), sejak itu Jipang mengalami perubahan besar dalam sistem pemerintahan. Jipang mulai bekerjasama dengan Glagah Wangi (Demak) yang didirikan oleh Raden Patah (Sultan Demak yang pertam). Raden Patah kemudain menikah dengan putri Raden Usman Haji yang bernama Dewi Sekar Tanjung dan dianugerahi dengan dua orang anak bernama Ratu Mas Nyawa dan Surowijoyo. Surowijoyo atau Raden Kikin menikah dengan Dewi Roro Martinjung dan mempunya dua orang anak yakni Arya Penangsang dan Arya Mataram.

Surowiyoto atau Raden Kikin tewas dibunuh oleh Sunan Prawoto sepulang shalat Jumat di sungai, hingga akhirnya lebih dikenal sebagai Pangeran Seda Ing Lapen(Bunga yang gugur di sungai). Setelah kematian Raden Kikin atau Surowiyoto Sultan Trenggono pun naik tahta. Memerintah kurang lebih selama 25 tahun antara 1521 sampai dengan 1546, Sultan Trenggono tewas ketika memimpin serangan dalam rangka perluasan wilayah di Jawa Timur.

Sepeninggal Sultan Trenggono Raden Mukmin menggantikan sebagai raja ke-4 dengan gelar Sunan Prawoto, ibukota Demak dipindahkan ke Prawoto dan lebih dikenal sebagai periode Demak Prawoto (1546-1549). Pada tahun 1549 Arya Penangsang menuntut balas dan meminta tahta Demak karena merasa dialah yang berhak atas tahta Demak, dia tak terima atas kematian ayahnya. Arya Penangsang melakukan balas dendam dengan mengirim utusan bernama Rangkud dan menyerang Sunan Prawoto ketika ia sedang dalam perjalanan, Arya Penangsang juga melakukan pembunuhan terhadap Sunan Hadiri yang merupakan suami dari Ratu Kalinyamat. Setelah kematian Sunan Prawoto, Arya Penangsang menjadi penguasa Demak sebagai Sultan demak V, Ibukota Demak dipindahkan ke Jipang dan periode ini dikenal dengan sebutan Demak Jipang (1549-1554).

Kematian kakak dan suaminya membuat Ratu Kalinyamat dendam kepada Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat kemudian melakukan Tapa Wuda dan tidak akan menghentikan pertapaannya sebelum Arya Penangsang terbunuh.

Dikisahkan dalam Babad tanah jawi rombongan adipati Pajang Jaka Tingkir singgah ke Gunung Danaraja tempat Ratu Kalinyamat tapa. Ratu Kalinyamat mendesak Jaka Tingkir untuk membunuh Arya Penangsang, dirinya yang mengaku sebagai pewaris tahka Sunan Prawoto berjanji akan menyerqhkan Demak dan Jepara kepada Jaka Tingkir jika ia menang.

Di sisi lain Jaka Tingkir segan untuk memerangi Arya Penangsang secara langsung karena bagaimanapun juga dia hanya menantu keluarga Demak sementara Arya Penangsang turunan langsung Demak (cucu Raden Patah). Maka dia mengumumkan sayembara, yakni barangsiapa yang dapat membunuh Arya Penangsang akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Alas Mentoak.

Akhirnya Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Sela, dan Ki Pandjawi mengikuti sayembara itu dan meminta izin kepada Jaka Tingkir untuk mengikutsertakan anak angkatnya yakni Sutawojaya untuk bersama mereka. Mereka dibekali pusaka tombah Kyai Plered dari Jaka Tingkir.


Dalam hari yang telah ditentukan pasukan Pajang menyerang Jipang dan saat itu Arya Penangsang sedang akan berbuka puasa setelah keberhasilannya puasa 40 hari. Terdapat surat tantangan atas nama Hadowijaya (Jaka Tingkir) yang memang saat itu sudah bertentangan dengan dirinya membuat Arya Penangsang tidak mampu menahan emosi. Apalagi surat tantangan itu dibawa oleh pekatik-nya (pemelihara kuda) yang dipotong telinganya oleh Pamanahan dan Penjawi. Meskipun sudah disabarkan oleh adiknya yakni Arya Mataram, Arya Penangsang tetap berangkat ke medan perang dengan menaiki kuda jantan andalannya bernama Gagak Rimang.

Gambar : Perang di dekat Bengawan Sore

Oleh siasat Ki Ageng Pamanahan Sutawijaya menunggu di seberang sungai Bengawan Sore menggunakan kuda betina yang sudah dipotong ekornya sehingga Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar kuda yang ditunggangi oleh Sutawijaya dengan menyeberangi Bengawan Sore. Dalam posisi yang tidak siap Arya Penangsang berhasil ditusuk menggunakan tombak Kyai Plered, dan terjadilah peperangan antara pasukan Pajang dan Jipang.

Dalam cerita yang beredar luas Arya Penangsang mampu bertahan meskipun terdapat luka robek dalam perutnya, di mana ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggang. Dalam peperangan itu Arya Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Dalam keadaan terdesak itu Sutawijaya hendak mencabut keris yang dibawanya. Lalu Arya Penangsang diteriaki gunakan juga pusakamu dan Arya Penangsang lupa akan ususnyayang dililitkan ke gagang keris itu. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang malah terpotong sehingga menyebabkan kematiannya. Dalam peperangan itu Ki Matahun yang merupakan patih Jipang tewas. Arya Mataran dan istrinya serta beberapa kerabat berhasil meloloskan diri ke Palembang.

 

Referensi :

https://daerah.sindonews.com/read/627325/29/sultan-trenggono-raja-demak-yang-berhasil-lumpuhkan-kekuatan-majapahit-1639411950?showpage=all

Jurnal Skripsi “Perbandingan Cerita Arya Penangsang Versi Naskah Babad Pajang dan Cerita Rakyat” (http://eprints.undip.ac.id/64821/1/Ringkasan_Skripsi_(Jurnal).pdf)

https://daerah.sindonews.com/read/699539/29/arya-penangsang-raja-demak-yang-tewas-oleh-keris-setan-kober-miliknya-saat-melawan-sutawijaya-1646082234

 https://www.merdeka.com/jateng/kisah-hidup-jaka-tingkir-raja-pertama-dan-pendiri-kerajaan-pajang.html

Saturday, May 21, 2022

2 Atlet Blora Berhasil Meraih Perak dan Perunggu di SEA Games Vietnam

Kabar gembira datang dari gelaran Sea Games Vietnam, pasalnya atlet asal Blora berhasil memenangkan medali. Kabar itu datang dari canag olah raga angkat besi pada kemarin Jumat(20/5/22). Lifter asal Blora Mohammad Yasin berhasil sabet medali perak di kelas 67 kg Putra.


Mohammad Yasin nyaris meraih emas pada kesempatan perdana tampil di ajang SEA Games. Moh Yasin mampu tampil meyakinkan dan bersaing ketat dengan lifter tangguh asal Thailand, Chantri Witsanu, lifter asal Vietnam Xuan Hoang Dinh, serta asal Filipina, Nestor Landag Colonia.

Pada angkatan Snatch, Moh Yasin unggul dengan angkatan seberat 141 kg, sementara lifter lain asal tuan rumah Vietnam, Xuan Hoang Dinh berhasil mengangkat beban 140 kg dan lifter asal Thailan, Chantri Witsanu hanya mampu mengangkat beban sebesar 136 kg.

Persaingan ketat terjadi pada angkatan Clean and Jerk. Moh Yasin membuka angkatan pertama Clean and Jerk dengan beban seberat 150 kg. sementara dua lifter pesaing yakni Chantri Witsanu menambah jumlah beban angkatannya dan berhasil mengangkat beban 166 kg dan lifter tuan rumah Xuang Hoang Dinh berhasil mengangkat beban seberat 167 kg.

Gambar : Mohammad Yasin dan Siti Nafisatul Horiroh, Atlet asal Blora


Dalam kesempatan kedua, Mohammad Yasin menaikkan angkatan bebannya seberat 167 kg, dan dia berhasil mengangkatnya. Melihat keberhasilan itu Chantri Witsanu mencoba menambah 5 kg menjadi 172 kg, namun ia gagal mengangkat beban itu pada kesempatan kedua. Sedangkan lifter tuan rumah Vietnam Xuang Hoang Dinh juga gagal mengangkat beban seberat 170 kg.

Pada kesempatan selanjutnya Mohammad Yasin mencoba menaikkan angkatannya menjadi 172 kg, ia berhasil mengangkat beban itu, namun angkatannya dinyatakan tidak sah oleh juri.



Di hari sebelumnya pada kamis (19/5/22) lifter asal Blora lainnya Siti Nafisatul Hariroh (20 tahun) berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga Angkat Besi kelas 45 kg putri.



Hal ini tentu sangat membanggakan, khususnya bagi warga Blora. Apresiasi diberikan Bupati Blora melalui akun instgramnya @ariefrohman838

“ALHAMDULILLAH BLORA BANGGA.....!!

Dua atlet angkat besi asal Blora berhasil sumbangkan medali untuk Indonesia dalam SEA GAMES Vietnam….”

Sebagai informasi tambahan Mohammad Yasin atlet angkat besi asal Desa Blungun, Kecamatan Jepon, Blora sementara Siti Nafisatul Hariroh asal Dluwangan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora.

Hingga saat ini(21/5/22) pagi perolehan mendali Indoensia seperti dapat dilihat di situs resmi SEA Games 2021 https://seagames-en.vnanet.vn/bang-xep-hang.html berada di peringkat 3 dengan 49 medali emas, 70 medali perak, dan 63 medali perunggu. Tertinggal cukup jauh dari peringkat 1 dan 2 yakni Vietnam dan Thailand. Vietnam unggul jauh dengan 165 medali emas, 97 medali perak, dan 97 medali perunggu. Sementara Thailand meraih 67 medali emas, 77 medali perak, dan 109 medali perunggu. Indonesia juga ditempel ketat oleh Singapura dan Filipina yang perolehan medali emasnya masing-masing 47 dan 43.

Bakso Kumis, Bakso Legendaris Blora

Bakso dapat dikatakan sebagai makanan sejuta umat di Indonesia. Bakso dinikmati oleh berbagai kalangan dari berbagai generasi dari tua, muda, hingga anak-anak. Di Blora ada salah satu tempat favorit yang tidak pernah sepi pengunjung. Dapat dikatakan Bakso ini adalah salah satu Bakso legendaris di Blora.

Gambar : Warung Bakso Kumis


Bakso Kumis rasanya enak dan konsisten dengan didukung suasana yang nyaman. Untuk harganya sendiri terjangkau yakni 21.000 untuk bakso biasa, dan 17.000 rupiah untuk mie ayam meskipun harganya lebih mahal daripada harga rata-rata bakso dan mie ayam di Blora. Ada beberapa varian bakso lainnya yang tersedia, misalnya bakso daging urat, bakso tahu, bakso telur, bakso spesial ataupun mie ayam+bakso dan menu lainnya. Juga tersedia minum panas ataupun dingin, ada berbagai jus misanya tomat, alpukat, manga, strawbery dan lainnya juga ada teh, jeruk, es campur, es kelapa, teh botol sosro, air susu dan lainnya.

Bakso kumis selalu ramai pengunjung bukanlah tanpa alasan karena selain tempatnya yang strategis, tempatnya juga cukup nyaman. Bakso Kumis juga sudah terkenal dan mempunyai nama, jadi sudah memiliki nama brand yang cukup kuat di Blora.

Bakso Kumis Blora yang terletak di tempat yang strategis di kota Blora. Beralamat di Jalan Jend. Achmad Yani No.3, Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora atau tepatnya di depan Gereja Bethany Blora. Tempatnya bersih dan nyaman didukung dengan berbagai fasilitas pendukung misalnya tempat parkir yang cukup luas untuk pengunjung, toilet dan lainnya.

Warung Bakso Kumis buka setiap hari mulai pukul 10 pagi dan tutup pada pukul 9 malam. Menurut informasi di vymaps.com kontak Bakso Kumis +62 812-2573-423.

Warung bakso Kumis Blora dapat menjadi salah satu pilihan kuliner saat berkunjung di Blora.

Sunday, May 15, 2022

Arti dan Makna Logo/Lambang Daerah Kabupaten Blora

Setiap daerah memiliki logo sendiri sebagai identitas daerah masing-masing. Begitu juga dengan Kabupaten Blora. logo Blora dengan sasanti daerah Blora yang berbunyi “Cacana Jaya Kerta Bumi” artinya merupakan tempat (arena, medan) kejayaan, kemakmuran dan kedamaian yang langgeng. Dengan kata lain dapat dikatakan Bumi Kabupaten Blora mengandung kekayaan alamiah yang besar, yang dapat meninkatkan kesejahteraan rakyat, dengan syarat harus berani bekerja keras (makarya).

Lambang daerah Blora atau logo Blora sendiri terdiri dari Cupu Manik (Hasta Gina), Gunung Kembar, Pohon enam batang berwarna hijau berpadu dengan menara minyak berwarna putih, Sungai, Trisula, Lingkaran berwarna kuning emas, Kala Makara, Bintang sudut lima berwarna kuning emas, padi dan kapas, dan sasanti daerah yang berbunyi “Cacana Jaya Kerta Bumi” yang telah dibahas di depan.

Logo Daerah Kabupaten Blora

Logo Daerah Kabupaten Blora



Cupu Manik (Hasta Gina) yang berbentuk segi lima ini melambangkan dasar falsafah Negara Indonesia yakni Pancasila.

Gunung Kembar dalam lambang ini bermakna kesetiaan rakyat daerah Kabupaten Blora terhadap pemerintahan Republik Indonesia. Kecintaan rakyat Daerah Kabupaten Blora terhadap daerahnya. Ini juga melambangkan lokasi daerah Kabupaten Blora.

Pohon enam batang berwarna hijau berpadu dengan menara minyak berwarna putih, melambangkan kekayaan utama daerah Kabupaten Blora. yang bisa diartikan sebagai kekayaan alam hutan yang luas dan lokasi kilang minyak yang besar di Indonesia.

Sungai, (Lusi dan Bengawan Solo) dilukiskan dengan dua jalur bergelombang dan berwarna biru. Air sebagai makna kehidupan dan kemakmuran, sungai ini melambangkan penyaluran usaha-usaha peningkatan kesejahteraan rakyat. Ini menggambarkan pula bahwa kemakmuran daerah Kabupaten Blora antara lain tergantung pada pemanfaatan air.

Trisula,trisula bertangkai merah dan berwarna putih memiliki makna jiwa kepahlawanan rakyat Daerah Kabupaten Blora, berani bekerja, berani berkorban, dan berani menghadapi kesulitan yang ketiganya berlandaskan itikad baik.

Lingkaran berwarna kuning emas, melambangkan sebagai kesatuan dan kedaulatan tekad rakyat Daerah Kabupaten Blora.

Kala Makara, sebagai lambang Kebudayaan dan kesenian daerah rakyat daerah Kabupaten Blora.

Bintang Sudut Lima Berwarna Kuning Emas sebagai lambang segala yang paling tinggi (Tuhan Yang Maha Esa) dan harus diagungkan demi keselamatan rakyat lahir dan batin.

Padi dan Kapas sebagai motif dwi tunggal bermakna lambang kemakmuran. Padi dan Kapas ini terdiri dari 17 bulir padi dan 8 buah kapas yang dapat dimaknai sebagai kecintaan rakyat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, sesuai dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

Sasanti Daerah yang berbunyi "Cacana Jaya Kerta Bhumi" yang bermakna tempat(arena, medan) kejayaan, kemakmuran, dan kedamaian yang langgeng.

Demikianlah makna logo/lambang daerah Kabupaten Blora dengan referensi utama dari situs resmi pemerintah daerah Kabupaten Blora blorakab.go.id

Monday, May 9, 2022

Efek Tawuran di Todanan, Polres Blora hentikan semua acara hiburan di Todanan

Viral di media sosial video tawuran di wilayah Kecamatan Todanan. Setelah lebaran sempat terjadi 2 kali video tawuran yang beredar di sosial media diduga kedua video tersebut masing-masing dari wilayah Desa Karanganyar dan Desa Prigi yang keduanya masuk wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Video pertama yang diposting akun instagram @_infoblora 3 hari lalu (06/05/2022) diduga terjadi di Desa Karanganyar. Dalam keterangan video tersebut Imam, selaku Kades Desa Karanganyar mengatakan “Acara mantu. Ada orkesan. Mereka memang warga kami. Tapi tadi malam saya tidak di lokasi. Ini masih mengumpulkan infromasi.”@_infoblora 6/5/2022.

Sementara itu video kedua diposting akun yang sama @_infoblora pada 8/5/2022 beredar lagi video amatir yang diduga kejadian di Desa Prigi pada 7/5/2022 malam waktu setempat. Dikutip dari bloranews.com Kepala Desa Prigi, Jais mengaku kericuhan tersebut memang terjadi di Desa Prigi Sabtu malam (7/5/2022) dalam rangka acara Halal bi halal. Menurut keterangan berita tersebut yang membuat rusuh orang luar desanya, karena warga desa setempat ada di dalam pagar.

Foto : Bloranews.com

“Penonton luar desa kerumunan terus bertengkar,” terangnya.

“Kejadian itu saat lagu terakhir. Mau selesai.” Tambahnya dalam berita bloranews.com.

Video kericuhan di Desa Prigi, Kecamatan Todanan sempat viral di media sosial, terjadi ketegangan dalam video singkat itu, bahkan polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Setelah kejadian itu Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah mengehentikan semua hiburan dalam bentuk apapun dalam berbagai acara di wilayah Kecamatan Todanan. Dalam keterangannya seperti dikutip dari jateng.inews.id mengatakan “Kita pastikan bentuk hiburan apapun di wilayah Todanan tidak diperbolehkan, baik orkes dangdut, solo organ maupun campur sari ditiadakan guna kamtibmas aman dan kondusif,” katanya pada Minggu (8/5/2022).

Sementara terkait kejadian yang viral di media sosial yang terjadi di Desa Karanganyar dan Desa Prigi, pihak Polres Blora telah melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan dan pengerusakan. Dikutip dari sumber yang sama kapolres mengatakan “Kita masih dalami dan masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan kepala desa dua desa tersebut di Satreskrim Polres Blora.”

Saat tulisan ini ditulis sudah ada 2 kegiatan di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan pada Minggu Malam (8/2/2022) telah dihentikan. Kapolres juga telah mengumpulkan 112 personel untuk melakukan patrol bergilir di walayah hukum Todanan.

Langkah-langkah yang diperlukan dilakukan guna memastikan kondisi di wilayah Todanan aman dan kondusif.


Artikel Terbaru